Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Wisata Wonosobo, Asal-Usul Wonosobo

     Wisata Wonosobo, Asal-Usul Wonosobo

    Wonosobo berasal dari bahasa sansekerta “ WAUNA” dan “SEBA”. WAUNA yang artinya sebuah tempat /Dusun/Desa yang derajatnya lebih tinggi dari pada SIMA dan Sima sendiri merupakan dataran tertinggi sebuah Desa, boleh dikatakan kalau sekarang sebuah Kabupaten. Seba adalah tempat bertemunya para pandita.

    Pada zaman dulu Dieng merupakan tempat bertemunya para pandita dari berbagai penjuru Dunia melalui pantai utara Pulau Jawa, kapal yang ditumpangi oleh para pandita merapat melalui dermaga di wilayah Kabupeten Batang, lalu menuju ke Dieng. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peninggalan purbakala antara lain, Ada Budha, Candi-candi, tingkat bawanda dan barang-barang perhiasan dari emas. Dr. Kusnin, seorang ahli arkeologi, menuturkan bahwa Dieng merupakan pusat kebudayaan Hindhu tertua yang perlu dilestarikan.

    galeri_foto_42

    Permulaan sejarah Wonosobo ditengarai dengan datangnya 3 tokoh pada abad ke 17, yaitu Kyai Kolodete, Kyai Walik, Kyai Karim. Ketiganya datang ke Wonosobo dengan sanak keluarganya. Sesaat itu kondisi Wonosobo masih merupakan hamparan hutan belantara yang amat menakutkan, 2 gunung pengayom mengawasi dari timur, Gunung Sumbing dan Gunung sindoro, singkat kata jarang orang berani mengarungi hutan kawasan Wonosobo, bebasan “ SATO MARA KEPLAYU, JANMA MARA JATI”. 

    pasar_wonosobo

    Tiga tokoh di atas diyakini keberaniannya telah berhasil mendirikan kota Wonosobo dengan peran masing-masing. Kyai Walik sebagai tokoh perancang kota, Kyai Karim sebagai tokoh yang mampu meletakkan sendi-sendi dasar pemerintahan, sementara itu Kyai Kolodete memang tidak begitu jelas peranannya. Namun Kyai Kolodete dikenal sebagai penguasa di daerah dataran tinggi Dieng.
     
    Tonggak sejarah Kabupaten Wonosobo dimulai dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Raden Muh. Ngarpah sebagai Bupati pertama dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjanegara, sekarang digunakan untuk nama Rumah Sakit Umum Wonosobo. 

    Photo(060)
    PENETAPAN HARI JADI WONSOBO

    Mempertimbangkan bahwa Hari Jadi pada hakekatnya merupakan awal dari pada sejarah suatu bangsa/Negara dan sejarah itu sendiri merupakan guru abadi bagi suatu Bangsa/Negara/Daerah yang sedang membangun. Di samping itu dengan ditetapkannya Hari Jadi Kabupaten Wonosobo maka diharapkan semangat membangun darahnya dalam rangkaian satu kesatuan dengan pembangunan Negara Republik Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dari fakultas Sastra Indonesia UGM Yogyakarta yang dipimpin oleh Dr. Joko Surya serta hasil seminar tahun 1994 yang diikuti oleh para ahli yang terkait dan para tokoh masyarakat Wonosobo, Hari Jadi Wonosobo ditetapkan tanggal 24 Juli tahun 1825 merupakan hari jadi Wonosobo. 

    Photo(061)
    TITI MANGSA
    Hari jadi Kabupaten wonosobo ditandai dengan Surya Sengkala “PANDHAWA MULAT HASTA NYAWIJI: yang bermakna sebagai berikut:
    PANDHAWA bermakna 5
    MULAT bermakna 2
    HASTA bermakna 8
    NYAWIJI bermakna 1
    Jadi Pandawa Mulat Hasta Nyawiji (1825) bermakna menyatunya pemimpin daerah kabupaten Wonosobo disimbulkan dengan Muspika Plus ( Bupati, Kodim, Polres, Kejaksaan dan Ketua Pengadilan) merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun Wonosobo.

    BUPATI WONOSOBO DARI MASA KE MASA
    Photo(062)1. KRT. SETJONEGORO PERIODE 1825 – 1832
    2. Tumenggung R. MANGOENKOESOEMO PERIODE 1832 – 1857
    3. Tumenggung R. KERTONEGORO PERIODE 1857 – 1863
    4. Tumenggung TJOKROHADISOERDJO PEERODE 1863 – 1869
    5. Tumenggung SOERJOHADIKOESOEMO PERIODE 1869 – 1898
    6. R. Tumenggung SOERJOHADINEGORO PERIODE 1898 – 1919
    7. Adipati R.A SOSROHADIPRODJO PERIODE 1920 – 1944
    8. Bupati R. SINGGIH HADIPOERO PERIODE 1944 – 1946
    9. Bupati R. SOEMINDRO PERIODE 1946 – 1950
    10. Bupati R. KADRI PERIODE 1950 – 1954
    11. Bupati R. OENAR SOERJOKOESOEMO PERIODE 1055 –
    12. Bupati R. SANGIDI HADISOETIRTO PERIODE 1955 – 1957
    13. Kepala Daerah RAPINGOEN WIMBIHADI S PERIODE 1957 – 1959
    14. Bupati R. WIBOWO HELLY PERIODE 1960 – 1967
    15. Bupati Kepala Daerah Drs. DARIDJAT A.N.S PERIODE 1967 – 1974
    16. Pj. Bupati Kepala Daerah R. MARJABAN PERIODE 1974 – 1975
    17. Bupati Kepala Daerah Drs. SOEKANTO PERIODE 1975 – 1985
    18. Bupati Kepala Daerah Drs. POEDJIHARDJO PERIODE 1985 – 1990
    19. Bupati Kepala Daerah H. SOEMADI PERIODE 1990 – 1995
    20. Bupati Kepala Daerah Drs. H. MARGONO PERIODE 1995 – 2000
    21. Bupati Drs. TRIMAWAN NUGROHADI PERIODE 2000 – 2005
    22. Bupat Drs. KHOLIQ ARIF PERIODE 2005 – 2010, dan 2010-2015.

    Photo(064)
    KAWASAN WISATA WONOSOBO
    1. Dataran Tinggi Dieng
    - Telaga Warna
    - Sumur Jolotundo
    - Kawah Candradimuka
    - Kawah Sileri
    - Candi Dwarawati
    - Komplek Candi Pandawa
    - Telaga Merdada
    - Candi Gatot Kaca
    - Candi Bimo
    - Candi Gatot Kaca
    - Kawah Sikidang
    - Telaga Pengilon
    - Dieng Platau Theater
    - Tuk Bimo Lukar
    - Bukit Sikunir dan Telaga Cebong
    2. Telaga Menjer di Garung
    3. Agro Wisata Tambi di Perkebunan Tambi
    4. Taman Rekreasi dan olah Raga Kalianget
    5. Kolam Renang Mangli
    6. Tirta Ria
    7. Air Terjun Sikarim
    8. Curug Winong
    9. Arung Jeram Watu Tedeng
    10. Waduk Wadaslintang

    sumber: 
    Catatan Amin Nurita, http://wonosobodiengindah.blogspot.com dengan beberapa perubahan

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728